Setelah kelas selesai, Alya menutup laptop, menatap jilbab birunya yang masih memiliki bercak coklat. Ia memutuskan untuk tidak membersihkannya secara total, melainkan membiarkannya menjadi tatto temporer yang mengingatkannya pada hari itu. “Kadang, noda kecil menjadi kenangan indah,” gumamnya.